Mahasiswa PGPAUD Adakan Kajian Umum “Orang Gangguan Jiwa Juga Bisa Memilih?”

Program Studi S1 PGPAUD

Mahasiswa PGPAUD Adakan Kajian Umum “Orang Gangguan Jiwa Juga Bisa Memilih?”

Pemilihan umum presiden dan legislatif Indonesia hanya tinggal menghitung hari, namun gerlap gempita pesta rakyat tesebut sudah terasa semenjak satu tahun terakhir, terutama pemelihan calon kepala negara untuk lima tahun kedepan.
Dunia kampus yang indentik dengan dunia pendidikan tidak bisa dijadikan tempat kampanye, namun demikian segi pendidikan untuk para pemilih dan kajian-kajian yang menarik tentang pemilihan menjadi sorotan utama, nah mahasiswa program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) pada hari Senin (15/04/2019) kemarin mendiskusikan tentang orang gangguan jiwa yang bisa memilih?, kegiatan yang berbentuk kajian umum tersebut digelar dilapangan Daycare pada sore hari sekitar pukul 16:00 WIB.


Menurut ketua pelaksana Muhimah Nur Namba, menjelaskan bahwa diadakan kajian umum ini karena ada presepsi yang salah tentang orang dengan gangguan jiwa yang menyoblos, padahal gangguan jiwa itu tidak terbatas seperti orang gila yang hilang akal,tetapi banyak klasifikasi (kecil, sedang, parah), salah satunya galau, kurang tidur, kurangnya hal dalam pisiologisnya, dan sebagainya (kecil), nah yang menjadi dasar ini adalah undang-undang yang mengatakan bahwa setiap orang berhak memilih dan dipilih, jadi kesimpulannya adalah seharusnya ada pengkajian ulang dan penambahan dalam Undang-undang tentang klasifikasi dan keterangan secara fisik, jiwa, dan pikiran siapa saja yg boleh menyoblos.
Perlu diketahui bahwa kajian umum tersebut bukan saja diikuti oleh mahasiswa PGPAUD melainkan melibatkan beberapa mahasiswa dari prodi PGSD dan Pendidikan Multimedia, sedangkan untuk narasumber dipimpin langsung oleh Ibu Triana Lestari, M.Pd., beliau selaku dosen psikologi di Kampus UPI Cibiru. (din)