MENCARI ILMU SAMPAI KE NEGERI FINLANDIA

Sampai saat ini Finlandia masih menjadi negara yang kualitas pendidikannya terbaik di dunia. Hal tersebut menjadi alasan pemiihan Finlandia sebagai tempat dilaksanakannya program Short Course Bidang Early Chidhood Education 2018 yang diselenggarakan oleh Kemenristek Dikti bekerja sama dengan University of Eastern Finland (UEF), Juensoo, Finlandia. Setelah mengalami serangkaian seleksi, terpilihlah 20 orang dosen di bidang PG PAUD, PGSD dan Psikologi untuk mengikuti program ini. Peserta tersebut berasal dari berbagai universitas di Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis pada jurnal internasional, mengetahui sistem pendidikan di Finlandia, memperoleh kesempatan untuk melanjutkan studi bidang doktoral dan terjalinnya berbagai kerjasama antar embaga perguruan tinggi.

Dari 20 orang dosen tersebut, saya menjadi salah satu peserta yang mewakili Program Studi PGPAUD UPI Kampus Cibiru. Selain mengenal teman-teman yang memiliki profesi yang sama di berbagai Universitas di Indonesia, banyak sekali ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama mengikuti program yang dilaksanakan mulai tanggal 17 November s.d 7 Desember 2018 ini. Selain, peningkatan kemampuan menulis artikel untuk jurnal Internasional terindeks dan mengetahui sistem pendidikan anak usia dini di Finandia, aktifitas keseharian selama tinggal di salah satu negra di wilayah Eropa ini pun menjadi menarik untuk diceritakan.

 

 

Sistem Pendidikan di Finlandia

Menurut kesimpulan saya, pendidikan di Finandia menjadi luar biasa karena beberapa faktor. Pertama, sistem kebijakan melalui pemerataan kesejahtera yang diterapkan dalam bidang pendidikan menjadi hal yang mendasar. Dasar pengembangan sistem dan kebijakan tersebut adalah pemenuhan Hak Anak untuk mendapatkan pendidikan. Jadi, setiap anak berhak memperoleh pendidikan. Konsekuensi dari hal ini adalah digratiskannya layanan pendidikan pada semua level, mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi (kecuali untuk master yang harus berbayar). Pada tingkat PAUD, layanan pendidikannya gratis tapi pelayanan penitipan anak berbayar, itu pun untuk anak yang orang tuanya bekerja. Jika orang tuanya sedang kuliah (berstatus sebagai mahasiswa) maka baik layanan pendidikan ataupun penitipan di gratiskan. Pembiayaan layanan PAUD dibebankan pada pemerintahan daerah dan disesuaikan dengan kemampuan pemerintah setempat. Kualitas setiap TK pun dijamin sama oleh pemerintah, sehingga TK yang terbaik adalah TK yang berlokasi di dekat rumah anak. Hal ini pun sama untuk level pendidikan di atas TK baik di di SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi.

Mengapa Finlandia mampu menggratiskan pendidikan di setiap level? Salah satu faktornya karena Pajak di Finandia sangat tinggi yaitu sekitar 20% dari pendapatan penduduk. Semakin besar pendapatan, maka semakin tinggi presentasi pajak yang harus didibayarkan. Dana ini digunakan untuk berbagai pembangunan termasuk membiayai pendidikan.

Kedua, kurikulum yang dikembangkan memiliki 3 tingkat level yang berpusat pada setiap kebutuhan anak. Tinggkat pertama adalah kurikulum nasional (National Core Curriculum) yang dikembangkan oleh Departemen Pendidikan, tingkat kedua adalah kurikulum di tingkat daerah (municipality), tingkat ketiga adalah kurikulum untuk setiap pribadi anak. Jadi, guru mengembangkan kurikulum setiap anak itu berbeda-beda sesuai dengan kemampuan dan potensi anak. Metode pendidikan di tingkat TK berbasis bermain sambil belajar, sedangkan di tingkat SD playfull learning. Jadi pembelajaran yang dikembangkan benar-benar bersifat individualistik. Ketika saya observasi ke salah satu SD, para siswanya sangat aktif dan antusias, ditambah kualitas gurunya yang mumpuni, menjadikan pembelajaran menjadi begitu efektif. Metode yang digunakan adalah theme based instruction, dimana setiap materi pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Demikianpun pmberian tugas di rumah yang jarang diberikan dalam bentuk paper-pencil activity, tapi sesuatu yang bersifat nyata yang sering dalam bentuk proyek. Evaluasi yang dilakukan di tingkat TK pun bersifat individu. Raport yang deberikan bersifat uraian dan biasanya guru mengundang orang tua untuk menceritakan perkembangan anaknya. Seain itu, yang menarik adalah Ujian Nasional yang hanya dilakukan secara sampling. Jadi hanya beberapa sekolah yang siswanya di tes. Itu pun bukan sebagai syarat kelulusan, tapi hanya ingin mengetahui tingkat kemampuan siswa saja.

 

Ketiga, standar kualitas guru yang tinggi. Untuk menjadi guru PAUD minimal harus berpendidikan sarjana dan menjadi guru SD s.d SMA harus memiiki gelar master. Input calon guru ini pun sangat ketat, selain tes tulis, ada tes wawancara yang diakukan pihak universitas, sehingga hanya orang-orang yang sangat cerdas dan memiiki potensi sebagai guru yang dapat kuliah di fakultas pendidikan. Selain itu mereka pun harus melakukan praktek terlebih dahulu (seperti PPL). Untuk menjadi guru PAUD mereka harus PPL selama 2 kali sekitar di semester 3 dan 7. Jadi semua teori yang didapatkan, secara bertahap harus di praktekan, sehingga mahasiswa benar-benar menguasai praktek dan teorinya. Beda lagi dengan calon guru SD, mereka harus lulus 3 kali praktek, pertama di semester 3, di semester 7 dan di akhir semester pada jenjang master (S2). Luar biasa…..

Keempat pemerataan kualitas pendidikan yang sangat dijamin oleh pemerintah. Setiap sekolah di seuruh wilayah di Finlandia memiliki acuan kurikulum yang sama. Meski untuk fasilitas disesuaikan dengan kemampuan pemerintah kota setempat, tetapi karena hamper semua lembaga pendidikan dikelola pemerintah maka tidak ada istilah sekolah favorit. Semua sekolah sama dan sekolah yang terbaik bagi anak adalah sekolah di dekat rumahnya.

Kelima, jaminan kesehatan untuk setiap anak. Kesehatan adalah salah satu yang dijamin pemerintah. Di setiap sekolah pun disediakan makanan yang sangat sehat dan gratis. Sehingga gizi anak dan para guru sangat terjamin. Setiap sekolah memiliki kantin dan chef professional yang menyediakan berbagai makanan yang sehat. Fasilitas dapur dan kantin nya pun sangat bersih dan nyaman, layaknya kafe-kafe di kota besar di Indonesia. Tentu saja, makanan sehat ini menjadi gizi yang baik bagi anak dan guru.

Jadi sistem pendidikan di Finandia bersifat holistik antara sistem kebijakan pemerintah di bidang pendidikan dan kesejahteraan yang baik, penyiapan calon guru yang baik yang meahirkan guru profesional dan kesejahtaraan guru yang baik. Unusr-unsur tersebut melahirkan trust (kepercayaan). Anak percaya pada guru karena guru sangat cerdas, orang tua percaya pada guru karena guru sangat professional, masyarakat percaya pada guru karena guru adalah mereka yang terpilih dan guru percaya pada pemerintah karena memang pemerintah menjamin kesejahteraan mereka. Guru percaya pada orang tua dan masyarakat karena memang mereka menghormati guru. Kepercayaan ini melahirkan terpangkasnya hal-hal administrative yang terkadang menghabiskan waktu. Departemen pendidikan terkait tidak melakukan pemerikasaan administrative dan tetek bengeknya karena percaya pada kemampuan guru yang pasti melaksanakan tugasnya secara professional.

 

Pengalaman cross cultural

Juensuu merupakan  kota yang sangat sepi, “a quiet big city” kami menyebutnya seperti itu. Sedikit sekali penduduk kota ini. Kota ini menjadi agak ramai karena adanya mahasiswa dari berbagai daerah di Finandia maupun mahasiswa asing yang kuliah di UEF. Masyarakatnya masih sangat homogen, baik dari ras maupun agama. Mayoritas penduduk masih penduduk asli dari nordik, hanya sebagian kecil ada yang berasal dari swedia dan rusia serta imigran yang sebagian besar dari Sudan. Sedangkan mayoritas agama adalah Kristen Ortodoks, Katolik dan Yahudi. Meskipun begitu, alhamdulilah ada satu toko yang menjual daging halal sehingga kami tidak kekurangan protein.

Banyak hal yang menarik dalam keseharian kehidupan di sini. Ternyata “Jam ngaret” ngaret bukan hanya di Indonesia. Kebiasaaan ini pun terdapat di Finlandia. Jadi, perkuliahan dan pembelajaran selalu dimulai 15 menit setelah jadwal. Padahal sebelumnya saya kira mereka sangat disiplin dan tepat waktu. Masyarakat di sini pun sangat melindungin konsumen. Barang yang telah dibeli dapat dikembaikan meskipun telah di pakai bahkan bisa dalam jangka waktu 1 bulan setelah pembelian. Tapi yang sangat membuat saya takjub adalah pengelolaan sampahnya yang uar biasa. Sampah rumah tangga harus dibagi dalam 5 jenis sampah; plasik, kertas, botol, sampah basah dan sampah campuran. Tidak heran ketika Finandia termasuk salah satu negara di dunia yang kondisi alamnya baik.

Refleksi Pribadi untuk Sistem Pendidikan di Indonesia

Bisakah Indonesia menjadi seperti Finlandia? Tidak ada yang tidak mungkin. Tapi kedua negara tersebut tidak dapat dibandingkan karena kedua nya memiliki tantangan yang berbeda. Luas Indonesia 5.193.252 KM2 dengan ribuan pulau dan dengan 267 juta penduduk menjadi tatangan yang lebih besar dibandingkan Finlandia yang penduduknya hanya 5,5 juta saja. Tapi, dengan kerja keras dan kesungguhan serta mau berpayah dalam proses, saya optimis bahwa Indonesia suatu hari nanti akan bangkit. PR Indonesia memang sangat banyak, perlu revolusi pendidikan yang didukung berbagai aspek lain. Tapi, sekarang yang penting adalah peran mana yang akan kita, setiap pribadi ambil? Saya, sebagai dosen PAUD akan fokus pada bidang akademik (mengajar, meneliti dan mengabdi melalui program kemasyarakatan). Bagaimana dengan anda? (silawati, endah)